“5 Keutamaan Ilmu”
Menuntut ilmu adalah
kewajiban bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan. Ilmu secara bahasa
artinya mengetahui sesuatu dengan benar. Dalam Lisaanul 'Arab disebutkan, al 'ilmu adalah lawan dari al jahlu (kebodohan). Pembahasan
mengenai keutamaan ilmu adalah pembahasan yang panjang dan luas. Karena begitu
besarnya dan begitu agungnya ilmu syar'i serta pemiliknya. Keutamaan ilmu
syar'i seperti lautan yang tak bertepi. Diantara keutamaan tersebut adalah:
1.
Allah Memuji Orang Yang
Berilmu
Allah Ta’ala berfirman
dalam Quran Surah Az-Zumar ayat: 9
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي
الّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالّذِينَ لَ يَعْلَمُونَ
“Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang
mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? (Q.S.Az-Zumar: 9)
Syaikh Muhammad bin
Shalih Al Utsaimin rahimahullah mengatakan, “tentu tidak sama antara orang yang
berilmu dengan orang yang tidak berilmu. Sebagaimana tidak samanya antara orang
yang hidup dengan orang yang mati. Tidak sama antara orang yang melihat dengan
orang yang buta. Dan ilmu adalah cahaya yang membimbing seseorang, sehingga ia
keluar dari kegelapan menuju cahaya”.
2.
Orang Berilmu Diangkat
Derajatnya Oleh Allah Ta'ala
Allah Ta’ala juga
berfirman: Quran Surah Al-Mujadilah : 11
يَرْفَعِ اللّهُ الّذِينَ
آمَنُوا مِنْلكُمْ وَالّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang
beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.(Q.S Al-Mujadilah:11)
Mengenai ayat di atas dalam tafsirnya Prof.Quraish Shihab
juga menjelaskan yaitu Wahai orang-orang yang mempercayai Allah dan rasul-Nya,
apabila kalian diminta untuk melapangkan tempat duduk bagi orang lain agar ia
dapat duduk bersama kalian maka lakukanlah, Allah pasti akan melapangkan segala
sesuatu untuk kalian! Juga apabila kalian diminta untuk berdiri dari tempat
duduk, maka berdirilah! Allah akan meninggikan derajat orang-orang Mukmin yang
ikhlas dan orang-orang yang berilmu menjadi beberapa derajat. Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu yang kalian perbuat.
Qatadah rahimahullah ketika
menafsirkan ayat ini beliau berkata: “Sesungguhnya ilmu adalah keutamaan bagi
pemiliknya. Dan orang yang memiliki ilmu memiliki hak-hak (yang tidak dimiliki
orang lain) karena sebab ilmunya. Dan orang-orang berilmu yang menegakkan
kebenaran, itu pun satu keutamaan tersendiri. Dan Allah ta'ala memberikan
keutamaan kepada siapa yang Ia kehendaki”.
3.
Ilmu Pada Diri Seseorang
Adalah Tanda Kebaikan
Dari Mu'awiyah bin Abi
Sufyan radhiallahu'anhu, Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda,
مَن يُرِدِ الُ به خيرًا
يُفقّهْهُ في الدّين
“Orang
yang dikehendaki oleh Allah untuk mendapatkan kebaikan, akan dimudahkan untuk
memahami ilmu agama”. (HR. Bukhari
no. 71, Muslim no. 1037).
Al Imam An Nawawi rahimahullah menjelaskan: “Dalam hadits ini terdapat
keutamaan ilmu syar'i dan keutamaan memahami agama. Dalam hadits ini juga
terdapat motivasi untuk mendapatkan keutamaan tersebut. Sebabnya, karena ilmu
adalah pembimbing seseorang untuk bisa bertakwa kepada Allah”
4.
Majelis Ilmu Dihadiri Malaikat,
Penuntut Ilmu Diridhai Oleh Para Malaikat
Dari Shafwan bin 'Assal
radhiallahu'anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
إنّ اللئلكةَ تضَعُ
أجنحتَها لطالبِ العِلمِ رضًا با يصنَع
“Sesungguhnya para Malaikat mereka meletakkan
sayap-sayap mereka kepada para penuntut ilmu karena ridha dengan apa yang
mereka lakukan”. (HR. Ibnu
Hibban no. 1321, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 6297)
Al Khathabi rahimahullah menjelaskan: “Yang dimaksud
dengan wadh'ul ajnihah (meletakkan sayap) yang dilakukan Malaikat, ada tiga
pendapat: Pertama, maksudnya adalah melebarkan sayapnya. Kedua, maksudnya
adalah mereka tawadhu (merendahkan diri mereka) di hadapan para penuntut ilmu.
Ketiga, maksudnya adalah mereka ikut duduk di majelis ilmu dan tidak terbang.
5.
Mengalirkan Pahala
Ketika Sudah Meninggal
Dari Abu Hurairah
radhiallahu'anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
إِذَا مَاتَ النْسَانُ
انْقَطَعَ عنْه عَمَلُهُ إِلّا مِن ثَلَثَةٍ: إِلّا مِن صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ
عِلْمٍ يُنْتَفَعُ
بِهِ، أَوْ وَلَدٍ
صَالِحٍ يَدْعُو له
“Jika seseorang mati, maka terputuslah amalannya, kecuali tiga
hal: sedekah jariyah (yang terus mengalirkan pahala), ilmu yang bermanfaat
(yang ia tinggalkan), anak shalih yang senantiasa mendoakannya”.( HR. Muslim no. 1631)
Daftar Referensi
Buku: Bagaimana Menuntut
Ilmu?, Yulian Purnama, 2020, kangaswad.wordpress.com
Website :
https://muslim.or.id/
https://tafsirq.com